Umum  

TNI-Polri Pulihkan Kondusivitas 11 Bandara Perintis Papua

TNI-Polri Pulihkan Kondusivitas 11 Bandara Perintis Papua
TNI-Polri Pulihkan Kondusivitas 11 Bandara Perintis Papua

ajibata, Jakarta – TNI-Polri Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, memastikan proses pemulihan keamanan dan kenyamanan di 11 bandara perintis di Papua berlangsung intensif. Langkah ini dilakukan setelah serangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM, yang sempat menghambat aktivitas penerbangan dan distribusi logistik masyarakat di wilayah pedalaman.

“Upaya pemulihan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mengayomi masyarakat Papua. Selain itu, juga memperkuat semangat bela negara melalui perlindungan terhadap objek vital transportasi udara yang menjadi urat nadi kehidupan warga,” kata Bambang, dikutip dari siaran pers, Jumat (20/2/2026).

baca juga: Tiba di AS, Prabowo Akan Temui Trump & Bahas Tarif Dagang


Pemantauan Langsung di Bandara Korowai Batu

Bambang menegaskan, pasukannya tidak bekerja sendiri. Ia didampingi Panglima Komando Daerah Udara (Kodau) III, Marsda TNI Azhar Aditama, Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus, serta Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo.

“Saya menyambangi Bandara Korowai Batu di Papua Selatan untuk mengecek kesiapan pasukan dalam mengamankan bandara. Fokus utama kami saat ini adalah pemulihan kondusifitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, pemulihan dilakukan dengan dukungan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat sekitar yang terdampak aksi kriminal KKB. “Insya Allah prosesnya cepat, karena ada sinergi dengan berbagai pihak yang peduli terhadap keselamatan warga,” imbuhnya.

Menurut Bambang, bandara perintis di Papua memiliki peran strategis. Selain sebagai jalur transportasi, bandara ini menjadi urat nadi distribusi bahan pokok, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan.

“Gangguan operasional bandara perintis berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemulihan keamanan menjadi prioritas,” tegas dia.


Pertebal Kekuatan Pengamanan

Untuk memperkuat pengamanan, TNI melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri. Mereka bertugas menjaga perimeter bandara dan kawasan keselamatan operasi penerbangan.

“Kami pertebal pasukan untuk menjaga keselamatan operasi penerbangan di bandara perintis yang menjadi urat nadi distribusi logistik masyarakat pedalaman Papua,” kata Bambang.

Ia berharap kehadirannya di Papua Selatan menjadi sinyal bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap gangguan keamanan yang mengancam keselamatan masyarakat. “Pemerintah pusat melalui TNI berkomitmen memastikan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan Papua yang inklusif dan berkeadilan,” imbuhnya.

Langkah ini juga mencerminkan semangat bela negara, di mana masyarakat bersama TNI menjaga objek vital nasional seperti bandara perintis. Bambang menekankan bahwa ini merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat.


Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah

Bambang optimis, dengan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat, proses pemulihan bandara perintis di Papua dapat segera tuntas. Hal ini penting agar roda perekonomian, distribusi logistik, dan pelayanan publik kembali berjalan optimal.

“Secepatnya kita pulihkan kondusivitas 11 bandara perintis agar aktivitas saudara-saudara kita di Papua kembali normal. Masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegas Bambang.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Dukungan lokal memperkuat efektivitas pasukan TNI dan Polri. Selain itu, koordinasi dengan otoritas bandara dan pemerintah daerah memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan sistematis.


Dampak Pemulihan Keamanan terhadap Masyarakat

Pemulihan bandara perintis tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga keberlangsungan distribusi logistik penting. Bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya dapat tersalurkan dengan cepat.

Selain itu, layanan pendidikan dan kesehatan juga kembali stabil. Anak-anak dan tenaga medis yang selama ini terganggu akibat penutupan bandara dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Bambang menekankan, misi TNI ini adalah bentuk konkret negara hadir di wilayah pedalaman Papua. “Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran negara, sehingga keamanan dan kenyamanan tetap terjaga,” ujarnya.


Optimisme TNI dalam Pemulihan

Meski tantangan cukup besar, Bambang optimistis proses pemulihan berjalan cepat. Dukungan tokoh lokal dan sinergi lintas instansi menjadi faktor utama keberhasilan.

Selain itu, kehadiran TNI dan Polri di bandara perintis menjadi jaring pengamanan strategis, sehingga potensi gangguan dari kelompok bersenjata dapat diminimalkan.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap bandara perintis dapat kembali beroperasi normal. Masyarakat Papua dapat beraktivitas tanpa khawatir dan logistik penting tetap lancar,” tutup Bambang.

baca juga: Gerakan Politik Hijau Dideklarasi PDIP

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak