Umum  

Transjakarta Tanggapi Komisaris Utama Jadi Dirut Antam

Transjakarta Tanggapi Komisaris Utama Jadi Dirut Antam
Transjakarta Tanggapi Komisaris Utama Jadi Dirut Antam

ajibata, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengonfirmasi bahwa Untung Budiharto resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama. Pengunduran diri ini dilakukan setelah Untung ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk atau Antam melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT Transjakarta, Tjahyadi DPM, pada Selasa (23/12/2025). Menurutnya, langkah pengunduran diri Untung dilakukan untuk menjaga profesionalisme dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto telah mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama Transjakarta setelah ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk pada 15 Desember 2025,” ujar Tjahyadi dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Melihat Dekat Gereja Ayam Bukit Rhema, Simbol Toleransi


Pengangkatan Dirut Antam dan Dampaknya

Penunjukan Untung Budiharto sebagai Direktur Utama Antam menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, Antam merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) strategis yang bergerak di sektor pertambangan dan memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, transisi kepemimpinan di perusahaan tersebut dinilai membutuhkan fokus penuh.

Karena alasan itulah, Untung memilih untuk melepaskan jabatan Komisaris Utama Transjakarta. Dengan demikian, ia dapat berkonsentrasi menjalankan amanah barunya di Antam. Langkah ini juga sejalan dengan prinsip good corporate governance agar tidak terjadi rangkap jabatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Di sisi lain, Transjakarta menyatakan menghormati keputusan tersebut. Manajemen menilai pengunduran diri ini sebagai bagian dari dinamika organisasi yang wajar, terutama ketika seorang pejabat dipercaya mengemban tugas baru yang lebih besar.

Apresiasi atas Masa Jabatan di Transjakarta

Untung Budiharto menjabat sebagai Komisaris Utama Transjakarta sejak Juni 2023. Ia ditunjuk pada era pemerintahan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, menggantikan Sudirman Said yang sebelumnya mengundurkan diri.

Selama menjabat, Untung dikenal aktif mendorong penguatan tata kelola dan pengawasan di tubuh Transjakarta. Meski perannya tidak selalu terlihat langsung oleh publik, jajaran manajemen mengakui kontribusinya dalam memastikan arah kebijakan perusahaan tetap selaras dengan visi pelayanan transportasi publik DKI Jakarta.

“Pihak Transjakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi beliau sejak Juni 2023,” kata Tjahyadi. Menurutnya, kontribusi Untung menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan sebagai operator transportasi publik terbesar di ibu kota.

Koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta

Seiring mundurnya Untung, posisi Komisaris Utama kini kosong. Namun demikian, manajemen memastikan bahwa operasional dan pengambilan keputusan strategis tetap berjalan normal. Untuk itu, Transjakarta tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna menyiapkan proses transisi kepemimpinan.

“Transjakarta kini tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar,” ujar Tjahyadi. Koordinasi ini dinilai penting agar tidak terjadi kekosongan arah kebijakan, terutama di tengah upaya peningkatan layanan transportasi publik.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta memiliki kewenangan dalam menentukan sosok yang akan mengisi posisi Komisaris Utama berikutnya. Proses penunjukan diharapkan dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta tantangan transportasi ibu kota ke depan.

Jajaran Komisaris Transjakarta Saat Ini

Meski posisi Komisaris Utama kosong, dewan komisaris Transjakarta masih diisi sejumlah nama. Saat ini, jajaran komisaris terdiri dari Luky Arliansyah, Johan Budi Sapto Pribowo, Zudan Arif Fakrulloh, dan Muhammad Ainul Yakin.

Keempat komisaris tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi pengawasan perusahaan selama masa transisi. Selain itu, mereka juga berperan memastikan program-program strategis Transjakarta tetap berjalan sesuai rencana.

Tantangan Transjakarta ke Depan

Ke depan, Transjakarta menghadapi tantangan besar. Selain meningkatkan kualitas layanan, perusahaan juga dituntut memperluas jangkauan rute, memperbaiki integrasi antarmoda, serta mendukung target pengurangan emisi di Jakarta. Oleh karena itu, keberadaan komisaris utama yang kuat dan berpengalaman menjadi faktor penting.

Dengan adanya koordinasi bersama Pemprov DKI Jakarta, diharapkan pengisian jabatan Komisaris Utama dapat segera dilakukan. Proses ini diharapkan tidak hanya mengisi kekosongan struktural, tetapi juga membawa energi baru bagi pengembangan transportasi publik ibu kota.

Pada akhirnya, pengunduran diri Untung Budiharto menandai babak baru bagi dua institusi besar sekaligus, yakni Transjakarta dan Antam. Di satu sisi, Transjakarta bersiap menjalani fase transisi kepemimpinan. Di sisi lain, Antam memasuki era baru di bawah kepemimpinan Untung Budiharto, dengan harapan membawa kinerja perusahaan semakin solid dan berdaya saing.

Baca Juga: Yusran Sebut Ilham Ari Fauzi Donatur Muswil

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak