Umum  

Update Kebakaran Terra Drone: 8 Orang Diperiksa Polisi

Update Kebakaran Terra Drone: 8 Orang Diperiksa Polisi
Update Kebakaran Terra Drone: 8 Orang Diperiksa Polisi

ajibata, Jakarta — Update Kebakaran di gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, masih dalam penyelidikan aparat. Polisi kini telah memeriksa delapan saksi pertama, terdiri dari pihak manajemen perusahaan dan warga sekitar lokasi kejadian. Pemeriksaan lebih lanjut dijadwalkan untuk pihak pimpinan perusahaan yang identitasnya sudah dikantongi penyidik.

Update Kebakaran Peristiwa ini menyita perhatian karena berada di gedung usaha teknologi drone yang terafiliasi dengan perusahaan Jepang. Publik menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab api, mengingat skala kejadian dan potensi kerugian yang ditimbulkan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyampaikan bahwa penyidik masih memetakan kronologi kejadian. Ia memastikan bahwa pengumpulan bukti dan keterangan dilakukan bertahap untuk mendapatkan kesimpulan yang valid.


Delapan Saksi dari Manajemen dan Warga Sudah Diperiksa

Roby menjelaskan bahwa penyelidikan awal melibatkan orang-orang yang berada paling dekat dengan lokasi saat kebakaran. Mereka termasuk staf manajemen dan warga sekitar yang melihat situasi awal sebelum api membesar. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk menemukan titik awal api dan kemungkinan faktor pemicunya.

“Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa, masih manajemen sama lingkungan sekitar,” ujar Roby dalam keterangan pada Rabu (9/12/2025).

Dengan jumlah saksi yang telah memberikan keterangan, polisi kini mulai menyusun gambaran awal terkait detik-detik munculnya api. Pemeriksaan lanjutan akan diarahkan pada pihak teknis perusahaan untuk mengetahui sistem keamanan gedung serta SOP penanganan kebakaran di dalam bangunan.

Polisi juga menegaskan bahwa jumlah saksi kemungkinan bertambah. Setiap informasi akan dibandingkan dengan hasil olah TKP, data bukti, serta temuan tim forensik.


Pimpinan Perusahaan Akan Dipanggil, Identitas Sudah Diketahui

Selain saksi awal, penyidik kini mempersiapkan pemanggilan terhadap pimpinan perusahaan. Identitasnya telah diketahui polisi. Namun, keberadaannya masih ditelusuri untuk proses pemeriksaan lanjutan.

“Kalau pemimpin perusahaannya namanya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu,” kata Roby.

Status kewarganegaraan pimpinan perusahaan belum dipastikan. Namun, polisi menegaskan bahwa pemimpin yang akan diperiksa bukan warga negara Jepang, meskipun Terra Drone bernaung dalam perusahaan Jepang.

Informasi tersebut penting karena berkaitan dengan aspek tanggung jawab manajemen terhadap sistem keamanan, izin operasional, dan prosedur keselamatan gedung.


Update Kebakaran Terra Drone Berafiliasi dengan Perusahaan Jepang

Terra Drone dikenal sebagai perusahaan teknologi yang bergerak dalam penjualan dan pengembangan drone industri. Perusahaan induknya berbasis di Jepang. Namun, operasional gedung di Jakarta dikelola oleh struktur manajemen lokal. Hal ini juga menjadi alasan penyidik ingin memperjelas siapa pihak yang paling bertanggung jawab secara administratif.

“Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan orang Jepang,” tegas Roby.

Klarifikasi ini menjadi penting di tengah berkembangnya diskusi publik soal standar keselamatan gedung komersial yang bekerja dengan perangkat elektronik dan baterai berkapasitas besar. Banyak kebakaran bangunan teknologi sebelumnya dipicu korsleting, panas baterai, hingga muatan listrik berlebih. Namun, polisi menegaskan bahwa penyebab Terra Drone belum dapat disimpulkan.


Investigasi Berlanjut, Polisi Telusuri Kemungkinan Unsur Kelalaian

Tahap selanjutnya, penyidik akan memeriksa faktor kelalaian. Analisis akan dilakukan setelah pemanggilan pimpinan dan pemeriksaan tambahan terhadap staf teknis. Jika ditemukan unsur pelanggaran keselamatan, proses hukum dapat diarahkan ke pasal kelalaian dalam kebakaran.

Penegakan hukum tidak hanya menyasar penyebab api, tetapi juga kepatuhan bangunan terhadap standar keselamatan. Gedung dengan aktivitas teknologi membutuhkan alat pemadam aktif, sistem sensor asap, ruang baterai berstandar, serta jalur evakuasi yang layak.

Kasus serupa sebelumnya menjadi pelajaran besar. Kebakaran gudang baterai dan pabrik elektronik beberapa tahun terakhir kerap terkait kegagalan proteksi awal. Karena itu, penyelidikan Terra Drone dinilai menjadi momentum evaluasi keselamatan gedung modern.


Penutup: Publik Tunggu Hasil Forensik dan Sikap Resmi Otoritas

Dengan delapan saksi yang telah diperiksa dan pemanggilan pimpinan perusahaan yang segera dilakukan, penyelidikan kebakaran Terra Drone masuk fase krusial. Hasil forensik dan keterangan saksi akan menjadi dasar menyimpulkan penyebab utama.

Masyarakat berharap penyelidikan transparan dan menyeluruh. Pemerintah daerah juga diharapkan memperketat sertifikasi keamanan gedung berteknologi tinggi agar insiden serupa tidak terulang. Ketika data penyebab keluar, publik dapat menilai kembali standar keamanan bangunan dan langkah pencegahan yang lebih kuat.

Investigasi masih berlangsung. Banyak pertanyaan belum terjawab, termasuk pemicu api awal. Namun proses pemanggilan saksi memberi harapan bahwa kasus ini akan terurai dengan jelas dalam waktu dekat.

baca juga di sini : Gelar Kuliah Umum Antikorupsi, Rektor UIM Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak