Umum  

Update Longsor Sampah Bantargebang: Semua Korban Ditemukan

Update Longsor Sampah Bantargebang: Semua Korban Ditemukan
Update Longsor Sampah Bantargebang: Semua Korban Ditemukan

ajibata, Bekasi – Tim SAR resmi menghentikan operasi pencarian korban longsor gunungan sampah di Zona 4 TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penutupan operasi dilakukan setelah seluruh korban yang sebelumnya tertimbun berhasil ditemukan, menandai berakhirnya pencarian yang intensif.

“Pukul 00.00 WIB, dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Selasa, 10 Maret 2026.

baca juga: Mitra BGN di Sukabumi Urunan Benahi Sekolah Rusak


Metode Pencarian Menggunakan Alat Berat dan Teknologi Canggih

Selama operasi, tim SAR gabungan membuka akses menggunakan alat berat untuk menyingkirkan tumpukan sampah yang menutupi lokasi longsor. Penggunaan alat berat memungkinkan tim bekerja lebih cepat, terutama di area yang rawan runtuh atau sulit dijangkau.

Selain itu, tim juga mengerahkan anjing pelacak K9 untuk membantu mendeteksi keberadaan korban. “Penyisiran juga dilakukan melalui udara dengan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban,” tambah Desiana. Teknologi drone thermal mempermudah tim menemukan posisi korban dengan cepat, terutama di area yang padat dan tidak rata.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan kombinasi metode tradisional dan teknologi modern dalam operasi SAR, yang meningkatkan efektivitas pencarian korban.


Kronologi Penemuan Korban Longsor Sampah

Korban pertama ditemukan pada pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan terkonfirmasi sebagai Jussova Situmorang, berusia 38 tahun.

Selanjutnya, tim SAR menemukan korban kedua, Hardianto, pada pukul 17.50 WIB. Korban ditemukan di pinggir kali tertimbun sampah dan langsung dievakuasi.

Korban terakhir, Riki Supriadi, berusia 40 tahun, ditemukan pada pukul 23.30 WIB dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Dengan ditemukannya Riki, seluruh korban longsor berhasil dievakuasi, menandai berakhirnya operasi pencarian.


Jumlah Korban dan Personel SAR

Dalam peristiwa ini tercatat total 13 orang menjadi korban longsor sampah Bantargebang. Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, sementara enam lainnya selamat.

Operasi pencarian melibatkan 336 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk SAR, Kepolisian, TNI, dan relawan lokal. Keterlibatan berbagai pihak ini memungkinkan pencarian dilakukan secara cepat dan efektif.

Kepala Kantor SAR Jakarta menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi. “Kolaborasi antara tim SAR, anjing pelacak, dan drone thermal memastikan semua korban ditemukan,” ujarnya.


Faktor Penyebab Longsor Sampah

Gunungan sampah di TPST Bantargebang merupakan tempat pembuangan akhir terbesar di Jabodetabek. Akumulasi sampah yang tinggi, ditambah curah hujan sebelumnya, diduga menjadi penyebab longsor.

Selain faktor alam, kondisi pengelolaan sampah yang padat meningkatkan risiko runtuhnya tumpukan sampah. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.


Upaya Pencegahan Longsor Sampah Ke Depan

Pasca longsor, pihak berwenang menegaskan perlunya peningkatan pengawasan di TPST Bantargebang. Penataan gunungan sampah, pembatasan tinggi timbunan, dan sistem peringatan dini diharapkan mencegah kejadian serupa.

Selain itu, edukasi bagi pekerja TPST mengenai prosedur keselamatan menjadi langkah penting. Pihak SAR dan instansi terkait juga berencana meningkatkan kesiapan evakuasi darurat jika terjadi longsor atau bencana lain di masa mendatang.

Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko cedera atau korban jiwa, sekaligus memastikan operasional TPST tetap aman bagi pekerja dan masyarakat sekitar.


Dampak Sosial dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Peristiwa longsor sampah menimbulkan dampak sosial, termasuk rasa was-was warga sekitar TPST. Warga diimbau tetap waspada terhadap kondisi gunungan sampah, terutama saat musim hujan atau curah hujan tinggi.

Selain itu, masyarakat di sekitar TPST diminta mengikuti arahan petugas dan melaporkan potensi bahaya sedini mungkin. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko bencana sampah di masa mendatang.


Penutup

Operasi SAR longsor sampah di TPST Bantargebang resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan. Total 13 orang terdampak, dengan tujuh meninggal dan enam selamat.

Penggunaan alat berat, anjing pelacak K9, dan drone thermal terbukti efektif dalam pencarian. Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pengelolaan sampah di Jabodetabek, sekaligus menekankan pentingnya keselamatan pekerja dan mitigasi bencana di lokasi TPA.

Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam pengawasan dan penataan TPST untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Kejadian ini juga menegaskan perlunya kesiapsiagaan tim SAR dan instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

baca juga: BNPB Ingatkan Potensi Longsor Susulan di Bantargebang

pilar nyamuk jurnal auto inovasi hidup layak