ajibata, Jakarta – Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa menu ikan Bandeng Mentah yang didistribusikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah matang dan aman dikonsumsi.
Klarifikasi ini muncul menyusul beredarnya video di media sosial yang menyebut bahwa ikan bandeng dalam menu MBG tersebut masih mentah. Video itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama orang tua dan pihak sekolah.
baca juga: Update Longsor Sampah Bantargebang: Semua Korban Ditemukan
Menu MBG dan Distribusi
Menu MBG tersebut dibagikan kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat, 6 Maret 2026. Distribusi dilakukan oleh SPPG yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa Mandiri. Setiap paket makanan berisi roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta tambahan buah jeruk bagi porsi besar.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa ikan yang digunakan adalah bandeng presto yang sudah melalui proses pengolahan menggunakan metode pengukusan bertekanan tinggi.
“Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang sudah matang dan aman dikonsumsi. Persepsi bahwa ikan masih mentah muncul karena secara visual bandeng presto memang menyerupai ikan segar,” jelas Nanik di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Penelusuran Proses Pengolahan
Selain itu, BGN telah menelusuri seluruh proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan di SPPG Bantul Sedayu Argosari. Dari hasil evaluasi internal, seluruh prosedur dinyatakan berjalan sesuai standar sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.
“Kesalahpahaman ini sebagian muncul karena masyarakat belum memahami karakteristik olahan bandeng presto. Tampilan luarnya memang mirip ikan segar meski sudah matang,” ujar Nanik. Oleh karena itu, BGN terus mendorong penguatan komunikasi di lapangan.
“Setiap menu MBG harus disertai informasi jelas untuk penerima manfaat maupun pihak sekolah. Ini untuk menghindari kebingungan dan memastikan makanan dikonsumsi aman,” tambahnya.
Petunjuk Penyimpanan dan Konsumsi
Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari, Muhammad Labib Jalali Khumaidi, menjelaskan bahwa setiap paket makanan selalu dilengkapi petunjuk penyimpanan dan anjuran konsumsi.
“Dalam setiap pendistribusian, kami menyertakan petunjuk agar makanan dapat dinikmati dengan aman. Ini juga memudahkan penerima manfaat memahami cara konsumsi yang tepat,” kata Labib. Hal ini bertujuan agar kualitas gizi tetap terjaga hingga makanan dikonsumsi.
Peran MBG dalam Literasi Gizi
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak dan masyarakat rentan. Selain itu, MBG bertujuan menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Dengan metode distribusi yang tepat, anak-anak di sekolah maupun warga di wilayah tertentu mendapatkan nutrisi seimbang setiap hari.
Meski demikian, BGN mengakui bahwa persepsi masyarakat perlu diluruskan. Banyak yang melihat bandeng presto masih terlihat mentah, sehingga menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, pendampingan dan komunikasi intensif di sekolah menjadi penting.
“Selain pengolahan, edukasi tentang cara membaca label dan mengenal olahan makanan sangat penting. Ini juga bagian dari literasi gizi,” kata Nanik. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga memahami manfaatnya.
Tanggapan Publik
Beberapa orang tua dan guru mengapresiasi klarifikasi BGN. Mereka menilai penjelasan ini penting untuk menenangkan masyarakat yang sempat khawatir. Sementara itu, video yang beredar di media sosial disebut sebagai salah paham visual, bukan indikasi kualitas makanan.
“Informasi yang jelas sangat membantu. Kami bisa memastikan anak-anak tetap menerima makanan bergizi setiap hari,” ujar salah satu guru di Bantul. Pendapat ini menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif di lapangan.
Dengan demikian, BGN memastikan bahwa ikan bandeng dalam program MBG telah matang dan aman. Selain itu, proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi telah sesuai prosedur. Meski muncul persepsi keliru di masyarakat, BGN dan SPPG terus mengedukasi penerima manfaat agar makanan dikonsumsi dengan aman.
Oleh karena itu, masyarakat dapat yakin bahwa program MBG tetap berjalan sesuai standar, sambil menekankan pentingnya literasi gizi dan komunikasi di lapangan. Langkah ini diharapkan menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah sekaligus memastikan anak-anak dan masyarakat menerima nutrisi optimal setiap hari.
baca juga: Update Kasus Atlet Panjat Tebing Alami Pelecehan Eks Pelatih











